SELAMAT DATANG DI RUMAH SUSINDRA

Destin (9 tahun) dan Binbin (5,5 tahun) tak bisa jauh dari pantai.

Bermain dengan balok kayu di laut? BISA!

Destin (9 tahun) dan Binbin (5,5 tahun) tak bisa jauh dari pantai.

Susi Susindra

Akhirnya kelihatan juga.

Destin Al Aqsha Pertama Susindra

Si sulung di keluarga Susindra

Bintang "BINBIN" Akbar Kedua Susindra

Anak kedua dan terkecil di keluarga Susindra

Anak Sial?

Sulung saya seakarng. hitam...
Bulan oktober 2013 lalu saya pernah menulis pertanyaan Destin, sulung saya, tentang "Apa itu anak haram". Kali ini saya ingin share tentang pertanyannya tentang anak sial. Ada-ada saja nih sulung saya. Ia sudah SD kelas 3 dan sudah bersosialisasi aktif dengan teman seusianya. Otomatis ia sering mendapat cerita nyleneh semacam ini. Sering sekali kami dibuat garuk-garuk kepala atau tertawa geli.

Tertawa geli? Ditanya anak, "Ma, berarti aku anak sial ya, ma" dan tertawa geli? Hahaha... iya, nih. geli banget. Karena ia juga bertanya khas remaja kencur menjelang abegeh, "Tentang bulu mata lentik teman bermainnya (laki-laki) karena ia anak sial."

Sebelum berkerut kening, saya tulis ulang percakapan kami. Ada beberapa kata yang terlupa, tetapi mirip lah. Kebiasaan saya jika ditanya anak tentang hal nyleneh gini, saya selalu bertanya detail percakapan dan  kalimat itu muncul.

Menjelang maghrib tadi, Destin bertanya,
"Ma, ketika hamil dulu mama pengen anak perempuan?"
Saya balik bertanya.
"Waktu bayi, aku cantik sekali? sampai-sampai dapat 3 hadiah baju bayi perempuan?"
Saya mengiyakan.
"Berarti, aku anak sial dong ma..."
Hah? Saya kaget plus geli. Ono opoo... iki cah gantengku... Mulailah saya menggali informasi apa, bagaimana, siapa, kapan dan dimana. Saya lumayan bisa menggiring "interogasi mini" ini tanpa membuat anak curiga. Hehe..saya memang berusaha mengajarkan anak berani bercerita. Terkuaklah kemdian fakta-fakta penyebab ia menyebut dirinya anak sial. Lagi-lagi tentang sadar penampilan ala calon ABG.

Destin memiliki teman bermain (laki-laki) yang memiliki bulu mata lebat dan lentik. Kata Destin seperti anak perempuan. Destin dan beberapa teman terliat cerita bahwa si lentik ini dulunya diharapkan lahir perempuan. Karenanya bulu matanya lentik. Ia pun menyebut dirinya anak sial. Anak yang tidak diharapkan. Destin ingat cerita kelahirannya yang juga sangat cantik. Saking cantiknya, ada 3 tetangga yang mengado baju perempuan. Dan ia pun ikut-ikutan menyebut dirinya sial.
Foto bayi destin - cantiikk...

Saya sedang tidak siap menjelaskan arti anak sial. Saya hanya menjelaskan bahwa tak ada anak sial. Jika beda dari harapan, anak yang lahir tetap disayang dan dicintai. Karena anak adalah anugerah dan hadiah Allah. Saya juga mengingatkan bagaimana cinta kami semua padanya. Papa, Mama, Budhe dan Mba'e itu memang sangat ingin menimang bayi perempuan. Tapi tetap sangat mencintainya dan saudaranya. Tentang bulu mata lentik atau bayi laki-laki cantik, itu karena keturunan. Asalnya dari orang tua yang mempunyai bulu mata lentik. Banyak kok laki-laki berbulu mata lentik. Saya mengakhiri dengan pernyataan jujur, "Mama itu selalu suka dengan laki-laki yang berbulu mata lentik. Enak sekali dilihat." Dan apa jawaban lugunya?

"Mama jatuh cinta pada semua laki-laki yang bulu matanya lentik? Mama ingin menikahinya?"
Cukup.... saya dan suami tak tahan lagi untuk menahan tawa.

~~*~~*~~*~~*~~*~~*~~


Itulah kisah foto yang ingin saya bagi hari ini. Terima kasih ya sudah mampir di sini. Pengen tahu tulisan saya yang lebih serius? Ada di BlogsusindraCatatan Wanita, dan Jelajah Jepara.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More