Bukan Blogger Jutek ya......

Saya itu pemalu loh. banyak yang ga percaya kalo saya itu pemalu. Terutama teman-teman yang mengenal saya di blogger dan facebook saja. Di dua sosial media yang juga sebagai dunia maya ini saya sering menulis apa saja dengan gaya wanita cerewet. Gaya bercerita saya mengalir saja seperti orang yang bercerita. Makanya, sulit membuat orang percaya bahwa saya itu pemalu dan bermusuhan dengan kamera foto.
Memanfaatkan foto candid suami. :D

Apa benar saya pemalu? Sebagian teman blogger wanita (dan mengajak berbicara tentang anak-anak) pasti tidak akan percaya. Saya itu kalau sudah bercerita tentang pengalaman menjadi istri dan ibu, pasti saya berbicara banyak. Berbeda dengan teman-teman yang baru kenal dan tidak ada topik tentang anak-anak, pasti mengira saya itu orangnya jutek habis. Tanya Cheila dan mbak Nchie, 2 blogger wanita yang melabeli saya JUTEK di awal pertemuan. Mas Lozz juga awalnya mengira saya jutek. Setelah mengenal saya, malah sering ganggu di inbox. Hahaha....

Ketika di Blogger Nusantara lalu, saya kaget ketika Cheila mengatakan, "Aku kira mami orangnya jutek. Waktu kopdar Gambang mami tuh lihatin aku terus waktu berbicara dengan pakde Cholik." Dan ingatanku pun kembali ke masa itu. Saya yakin banget, semua yang ada di kopdar itu (dan tidak mengenal saya) pasti mengira saya jutek. Saya lebih banyak memandang mereka dari jauh. Saya bahkan hanya berfoto 2 x saja, itupun bersama-sama. Padahal aslinya saya tidak tahu harus bicara apa, dan saya tidak pede di foto. Dan... saya tahu benar, pandangan menyelidik di mata saya pasti membuat mereka tidak nyaman dan enggan bicara. hahaha... Maafkan pandanganku itu. Sebenarnya bukan pandangan menyelidik, hanya saja, saya itu seorang pengamat dan senang memperhatikan tingkah laku orang. Saya berencana menjadi penulis, jadi saya senang memperhatikan penampilan dan kelakuan seseorang, dan saya senang menebak apa yang akan dilakukan. Hanya itu saja.
Kopdar Gambang Semarang, saya memilih foto paling belakang

Eh iya, saya sudah bilang di atas ya, kalau saya itu tidak ramah kamera. Beneran loh. saya itu sering merasakan sensasi tidak nyaman jika sadar sedang difoto. Makanya, tiap difoto bareng-bareng, saya sering mengambil posisi di belakang. Saya diuntungkan dengan tinggi badan yang lumayan. Jadi seperti mengalah pada yang berbadan lebih rendah. Padahal di situlah kenyamanan saya. Seperti bersembunyi di belakang.

Bicara soal foto lagi, pasti takkan percaya kalau di pesta pernikahan saya itu tak ada kenang-kenangan berupa foto yang bagus. Semua diambil pakai kamera poket harga Rp 59.000,- kala itu. Tahu kamera apa kan? Berkali-kali saya ditanya penata riasnya, bahkan sampai diberi diskon khusus. Saya kekeuh tidak mau. Padahal katanya, dandanan saya termasuk masterpiece-nya. Penampakan saya sebagai pengantin  katanya sangat mangklingi dan kelihatan seperti gimanaaa.... gitu. Katanya....Akhirnya ia mengambil foto saya pakai kamera mahalnya sambil mengomel. Saya masih anyel bin tak nyaman dipaksa memakai baju nikah dan disanggul. Beruntung suami paham siapa saya. Saya tak terlalu memusingkan kekecewaan penata rias saya. Saya tidak suka pernikahan saya dipestakan. titik! Banyak yang menyayangkan kenapa saya tak mau menyewa tenaga foto profesional. Tapi saya tidak kecewa. Meski satu-satunya foto yang terlihat bagus adalah foto yang pernah saya pajang di facebook dulu. Ha...

Sejak Blogger Nusantara 2013 lalu, ada satu perubahan kecil yang saya rasakan. Saya agak bersahabat dengan foto saya. Rasanya seneng juga melihat foto saya terlihat dimana-mana. Ternyata tidak buruk juga sih. Lumayan terlihat pede. Saya belum membuktikan sendiri, tetapi nampaknya saya mulai nyaman di foto. Belum dibuktikan ya... karena sejak pulang awal desember lalu saya belum pernah difoto lagi. Semoga saja benar dugaan saya. Karena saya mulai senang saja menshare foto saya. Itu sudah 1 langkah besar bagi saya loh. Dan saya harus belajar nyaman berbicara di video, siapa tahu jadi 10 besarnya Srikandi Blogger 2014. Hahahaha.... Ngayal tingkat dewa. Saya kan hanya wanita sederhana, pemalu pula. Tapi setiap blogger wanita kan memiliki kesempatan sama. ;) Jadi jangan ragu dan malu. daftar saja... dan menjadi dirimu yang terbaik.

Sudah daftar Srikandi Blogger 2014? Ayo lihat persyaratannya di sini.

Masih berfikir saya blogger jutek? Ulangi membaca tulisan ini lagi ya...

50 comments:

  1. jutek ?
    saya rasa tidak. saya tidak melihat mbak sus itu jutek.
    mungkin hanya tidak banyak bicara saja

    tapi sejali bicarab... beuh ... joss tenan,
    buktinya mbak sus lah yang pertama kali memergoki saya ... handuknya ...nggak matching sama baju nya ...

    saya langsung mingkem mbak ...
    kena skak ,.. huahaha

    salam saya mbak.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya kan pengamat pak. Hehe... lumayan hafal kebiasaan teman, apalagi jika sudah pernah ditulis dan saya baca. :D

      Delete
  2. Waktu awal ketemu saya biasa aja mbak, tapi klo pas liat foto emang keliatan juteknya mbak. Aq juga kalau pertama ketemu banyak diemnya, cuma karena mataku sipit jadi gak keliatan jutek wkwkwk
    Klo menurutku sih, tatapan mbak Sus itu lo yg menghunus *pedang kaleee hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waktu kita bertemu, aku yangbanyak bicara ya mbak. hahahaha

      Delete
    2. kalo pedang aku udah keser2 darah dimana2 toh melu mbak susi..ahahaha

      Delete
  3. hihi... aku juga sering ditebak sebagai org jutek mbak... biasanya susah ngobrol di awal2 kenalan, tapi, klo sdh merasa klop dg lawan bicara, jadi ilang antengee....hehe... foto2ku jg ga banyak.. lebih nyaman motret daripada dipotret..hehe..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mbak. lebih enak memotret daripada dipotret ya.

      Delete
  4. Iyaaa, tatapan matanya tajam, setajam silet .. hihihi

    Kemarin aku mau nyapa juga ragu2, mbak Susi tampak pendiam. Ngga kayak aku yang jalan kesana kesini :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Memang ada silet dimataku mbak. xixi...piye naruh silet di sana.....
      Iya, itu salah satu pengakuan yang paling sering aku dengar.
      Pandangan mataku terlalu menyelidik. Seperti ingin menaklukkan.

      Delete
  5. Saya kan hanya wanita sederhana, pemalu pula.... aih, sama :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. :)
      Tidak selalu mudah menjadi pemalu ya mbak.

      Delete
  6. Waktu pertama ketemu dulu, kesan saya lembut i mbak... Hahaha...
    Dan banyak bicara.. Seingatku mb Sus terus yg bicara, aku iya-iya aja..Hihi...
    Makanya pas Om Nh bilang blogger yang pendiam itu mb Susi, aku kaget, heh?! lha pas ketemu aku akunya yang pendiem e Om... Xixixi....
    Sip deh sudah mau di foto.. Jangan merem kalo difoto ya mb... :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
    2. Iya ya. di hotel kalingga aku yg banyak cerita. xixixi

      Delete
  7. Enjoy life secara proporsional Jeng
    Jika saat santai yuk kita santai
    Perbanyak sahabat agar semakin sehat
    Salam hangat dari Surabaya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggih pakde. InsyaAllah saya ingat.
      Terkadang saya lupa membuka tirai yang saya pasang hingga kuran los bersosialisasinya.
      Saya sangat memerlukan tirai itu di kehidupan sehari-hari agar jauh dari perasaan negatif.

      Delete
  8. Hmmm belum pernah ketemu sih, cuma kalau pun ketemu pasti saya sapa duluan hehe

    ReplyDelete
  9. Saya belum bisa komentar banyak...hehehehe..cuma mau numpang lewat saja disini untuk singgah sebentar

    ReplyDelete
    Replies
    1. Gapapa, Yoss, kita ketemu juga baru sekali di homestay 17 Tembi. hehe...

      Delete
  10. gak akan berpikir kalau jutek kok hehe

    ReplyDelete
  11. Mvak Sus orangnya baik kok...ndak sejutek fotonya hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahahaha..... jadi di fotonya jutek ya? Bukan jelek, kan?

      Delete
  12. Kesan pertama suka mengecoh, ternyata tidak :D Pas di musala itu, saya lihat bu Susi punya naluri keibuan yang kuat. Sementara saya bingung menenangkan Bayan, ibu lebih santai. Hihihihi..... Saya ga berbakat jadi pawang batita. *lho, kok curhat?*

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya senang ngajak anak-anak sih mbak. Tapi lebih senang lagi melihat mereka tersenyum. makanya saya langsung mencoba menenangkan dek Bayan yang nangis.

      Delete
  13. saya malah lebih pemalu lagi... kopdar sama blogger baru sekali

    ReplyDelete
  14. Hihihi,sepertinya kita setipe ya Mba Susi untuk urusan di depan kamera. Soal jutek cuma difoto aja, kalau dah ngobrol nggak tuh..

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya mbak. meski pendiam, kalo sudah bicara, tetap ngalor-ngidul-ngulon-ngetan.

      Delete
  15. mba Susiiii...gak jutek kok :)

    Hanya mungkin harus diawalin ajaaaah...hihihi...
    Aku pun awal nya agak ragu mau ngajak ngobrol duluan, tapi akhirnya cuek aja dan untungnya masih inget pernah baca post jaman kapan ituh tentang kopdar bareng mba Hilsya, yang bisa dijadiin bahan ...hihihi..

    Kalo masalah poto mah, daku pun suka malesan mbaaaa :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya ya mbak. aku ingat mbak Titi tiba2 tanya tentang mbak mamanya Hilsya. aduh, setelah itu aku malah ga ganti tanya, padahal beberapa kali baca posting kontes mbak Erry. sayangkarena tahu ga bisa komentar, jadi ya nggak intens ke sana.

      Delete
    2. Ealah, mo bilang mbak Erry malah tertulis Titi - si bibi teliti. xixixi

      Delete
  16. mungkin malah mimi yang jutek ya mba,,,malu bgd waktu pertama kali dipeluk malah ga tau siapa ?? maafin mimi ya mbaaaaa.....

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nggak kok, Mi. aku yg heboh aja, lihat mimi dari jauh sudah kepedean. fotoku di facebook kan jarang kelihatan. xixixi

      Delete
  17. mbak susi bukan blogger jutek kok, kan aku udah pernah ketemu langsung :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Buat mbak Lidya, aku blogger cerewet ya mbak. haha

      Delete
  18. memang bener mbak...kalau orang pendiam itu cenderung memberi kesan pertamanya sebagai orang jutek atau sombong. Banyak juga ornag yg menilai saya begitu. Apalagi kalau di lingkungan baru khan?? menjadi pengamat terlebih dahulu baru kemudian berani berbicara. Terus terang kalau kopdar itu saya sebenarnya (apalagi yg pertama) suka ga nyaman...beruntung ada om enha yg bisa mencairkan suasana sehingga semuanya bisa lancar deh kopdar pertama saya.....bagi saya mbak susi ga jutek koq...(apa karena ga pernah ketemu langsung kali yah?)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Asli nggak jutek kok pak. Cuma.... bayak yg takut kalo saya perhatikan. Katanya terlalu tajam dan bikin taknyaman. Padahal saya lihatnya sambil senyum juga. gimana ya.

      Delete
  19. Iya ya mbak, kenapa pemalu itu kadnag berbanding lurus dianggap jutek, pdhl kan beda jauh yaaa...aku jg sering dianggap begitu soalnya :((
    etapi kalo soal difoto sih aku lumayan narsis keknya mbak Sus *halah* qiqiqiqiqi

    ReplyDelete
    Replies
    1. Mbak orin sih kalo foto bisa asyik banget... aku aja suka kok.

      Delete
  20. gak jutek kok, kalo jutek pasti ogah ngeblog dan mbles komen

    ReplyDelete
  21. kunjungan perdana nih.. slam blogger

    ReplyDelete
  22. nice pict mbak susi lg ngapain tuh di pinggir laut, ntar njebur lho

    ReplyDelete
  23. wah ada pakdhe jg dstu.. pasti rame kopdarnya

    ReplyDelete
  24. Met malam mba Susi, salam kenal...
    Saya ucapkan terimakasih karena mba telah mampir di blog saya. Hanya saya agak telat membaca komen dari mba. Sore ini saya membuka inbox spam. Ternyata ada komen dari mba pada posting saya tentang Mamang Penjual Pisang Ambon.

    Rasanya sih mba gak jutek. Pemalu atau pendiam itu mungkin saja. Tapi memang pendiam didunia nyata bisa berubah menjadi cerewet di dunia maya...hehehe

    Wah, mba sering kopdar rupanya. Dan pernah kopdar juga dgn Pakde Cholik, sang komandan BlogCamp yang saya hormati itu.

    Nah, saya belum pernah kopdar. Tempo hari akan ikut kopdar dgn blogger Bekasi eh pas waktunya saya harus pulang ke Sukabumi.

    Salam dari saya di Bekasi,

    ReplyDelete
  25. perasaan aku kemaren dah komen lwt hp deh....ga ada...hahahah

    bukan jutek sih..nyatanya aku nemplek terus ma mbak susi..bahahahahaha

    ReplyDelete

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More