SELAMAT DATANG DI RUMAH SUSINDRA

Destin (9 tahun) dan Binbin (5,5 tahun) tak bisa jauh dari pantai.

Bermain dengan balok kayu di laut? BISA!

Destin (9 tahun) dan Binbin (5,5 tahun) tak bisa jauh dari pantai.

Susi Susindra

Akhirnya kelihatan juga.

Destin Al Aqsha Pertama Susindra

Si sulung di keluarga Susindra

Bintang "BINBIN" Akbar Kedua Susindra

Anak kedua dan terkecil di keluarga Susindra

DnB Nonton TV Di Rumah Nenek

Lagi-lagi edisi foto anak-anak. Saya sedang asyik melihat foto-foto lucu anak-anak yang tak pernah dishare sama sekali. Meski sederhana, sayang banget jika foto itu tetap tersimpa. Akhirnya saya memutuskan menshare-nya di blog ini. Yah, ini Blognya DnB Susindra. Oh iya, mungkin ada yang belum mengetahui siapa DnB. DnB itu singkatan 2 nama anak laki-laki saya: Destin dan Binbin.

Foto kali ini adalah foto ketika mereka dolan ke rumah nenek mereka. Rumah yang saya tempati sekarang ini. Dulu kami mempunyai rumah di desa Kecapi Jepara. masih mengontrak sih, tapi sudah mandiri. Sekarang saja kami kembali ke rumah ibu dengan niat mengurus ibu. Andai ibu saya mau ikut saya tinggal di Kecapi.... 

Nonton TV sambil menghisap jari.... hmm... nikmat ya
Si dede masih asyik nonton si bolang dan si kakak sadar kamera.

Talk to my long foot


Hai... namaku dede Binbin
Gitu deh, edisi foto dibuang sayang. Tunggu foto anak-anak selanjutnya ya. :)

~*---*~
Itulah kisah foto yang ingin saya bagi hari ini. Terima kasih ya sudah mampir di sini. Pengen tahu tulisan saya yang lebih serius? Ada di Blogsusindra, Catatan Wanita, dan Jelajah Jepara.

#NaGaBONarCintaIbu: Definisi Ibu



Ibu, tak selalu harus berarti ia yang melahirkanmu. Ia yang menyiapkanmu untuk dunia, ada bersamamu di kala senang dan sakit, memahamimu ketika dunia tak memahamimu, pelita yang menyala di hati ketika gemerlap dunia menyilaukan matamu, penengah pertarungan batin antara baik dan burukmu. aku bangga menunjukkan siapa ibu angkatku.

Posting ini diikutkan di Kontes Blog #NaGaBONarCintaIbu
http://www.lettercount.com/



Membedong bayi

Saya membuka-buka foto bayinya DnB Susindra. Ternyata, saya punya banyak foto mereka ketika dibedong! Ya iyalah... tiap selesai mandi mereka selalu kami bdong agar hangat... Dan saat paling pas memfoto bayi kan setelah mereka bersih dan wangi (meski tak tercium di kamera).

Bayinya Destin (si sulung)
Bayinya Binbin, si adek

 Lucu banget ya kalo lihat bayi digedong. Hmm... saya merasakan sensasi gimanaaa... gitchu. Seakan mencium bau bedak bayi nan wangi.

Mengapa sih saya suka membedong bayi? Alasan saya sih sederhana saja. Agar bayi merasa hangat. Seakan ia selalu dipeluk gitu. Biasanya usai mandi, mereka berdua pasti minum ASI dan tertidur lelap. Saya sering mendengar mitos membedong bayi, katanya, bayi yang ddibedong, kakinya akan lurus. Wah wah.. maaf, saya tidak percaya itu selama belum diadakan penelitian yang valid. Karena setahu saya, bentuk kaki itu sudah ada cetakannya sendiri. Tapi... kalau mitos diapers atau popok sekali pakai yang terlalu besar bisa membuat kaki tidak lurus, saya percaya sih. Saya sering melihat bayi yang memakai pospak kegedean dan kakinya nampak aneh. Berusaha lurus tapi tertahan pospaknya. xexexe.

Oh iya, tahu nggak kenapa kalo dede bayi itu sering tiba-tiba reflek bergerak seperti terkejut? Namanya moro. itu wajar banget kok. Nah.... bedong ini bisa meredam kejutan reflek moro sehingga anak tetap nyaman tidurnya. Asyik kan? Ada lebih banyak waktu untuk diri sendiri meski punya bayi. Setidaknya, saya membuktikan diri mempunyai 2 bayi yang manis dan tenang. ;)

Pengen membedong bayi tapi tak tahu caranya? Tenang... ada tutorial membedong bayi di sini. Maaf bukan tutorial saya sendiri. Saya tidak punya fotonya! Andai punya, pasti saya share. karena teknik membedong saya masih tradisional. Teknik membedong memakai jarik warisan nenek moyang saya.

Bukan Blogger Jutek ya......

Saya itu pemalu loh. banyak yang ga percaya kalo saya itu pemalu. Terutama teman-teman yang mengenal saya di blogger dan facebook saja. Di dua sosial media yang juga sebagai dunia maya ini saya sering menulis apa saja dengan gaya wanita cerewet. Gaya bercerita saya mengalir saja seperti orang yang bercerita. Makanya, sulit membuat orang percaya bahwa saya itu pemalu dan bermusuhan dengan kamera foto.
Memanfaatkan foto candid suami. :D

Apa benar saya pemalu? Sebagian teman blogger wanita (dan mengajak berbicara tentang anak-anak) pasti tidak akan percaya. Saya itu kalau sudah bercerita tentang pengalaman menjadi istri dan ibu, pasti saya berbicara banyak. Berbeda dengan teman-teman yang baru kenal dan tidak ada topik tentang anak-anak, pasti mengira saya itu orangnya jutek habis. Tanya Cheila dan mbak Nchie, 2 blogger wanita yang melabeli saya JUTEK di awal pertemuan. Mas Lozz juga awalnya mengira saya jutek. Setelah mengenal saya, malah sering ganggu di inbox. Hahaha....

Ketika di Blogger Nusantara lalu, saya kaget ketika Cheila mengatakan, "Aku kira mami orangnya jutek. Waktu kopdar Gambang mami tuh lihatin aku terus waktu berbicara dengan pakde Cholik." Dan ingatanku pun kembali ke masa itu. Saya yakin banget, semua yang ada di kopdar itu (dan tidak mengenal saya) pasti mengira saya jutek. Saya lebih banyak memandang mereka dari jauh. Saya bahkan hanya berfoto 2 x saja, itupun bersama-sama. Padahal aslinya saya tidak tahu harus bicara apa, dan saya tidak pede di foto. Dan... saya tahu benar, pandangan menyelidik di mata saya pasti membuat mereka tidak nyaman dan enggan bicara. hahaha... Maafkan pandanganku itu. Sebenarnya bukan pandangan menyelidik, hanya saja, saya itu seorang pengamat dan senang memperhatikan tingkah laku orang. Saya berencana menjadi penulis, jadi saya senang memperhatikan penampilan dan kelakuan seseorang, dan saya senang menebak apa yang akan dilakukan. Hanya itu saja.
Kopdar Gambang Semarang, saya memilih foto paling belakang

Eh iya, saya sudah bilang di atas ya, kalau saya itu tidak ramah kamera. Beneran loh. saya itu sering merasakan sensasi tidak nyaman jika sadar sedang difoto. Makanya, tiap difoto bareng-bareng, saya sering mengambil posisi di belakang. Saya diuntungkan dengan tinggi badan yang lumayan. Jadi seperti mengalah pada yang berbadan lebih rendah. Padahal di situlah kenyamanan saya. Seperti bersembunyi di belakang.

Bicara soal foto lagi, pasti takkan percaya kalau di pesta pernikahan saya itu tak ada kenang-kenangan berupa foto yang bagus. Semua diambil pakai kamera poket harga Rp 59.000,- kala itu. Tahu kamera apa kan? Berkali-kali saya ditanya penata riasnya, bahkan sampai diberi diskon khusus. Saya kekeuh tidak mau. Padahal katanya, dandanan saya termasuk masterpiece-nya. Penampakan saya sebagai pengantin  katanya sangat mangklingi dan kelihatan seperti gimanaaa.... gitu. Katanya....Akhirnya ia mengambil foto saya pakai kamera mahalnya sambil mengomel. Saya masih anyel bin tak nyaman dipaksa memakai baju nikah dan disanggul. Beruntung suami paham siapa saya. Saya tak terlalu memusingkan kekecewaan penata rias saya. Saya tidak suka pernikahan saya dipestakan. titik! Banyak yang menyayangkan kenapa saya tak mau menyewa tenaga foto profesional. Tapi saya tidak kecewa. Meski satu-satunya foto yang terlihat bagus adalah foto yang pernah saya pajang di facebook dulu. Ha...

Sejak Blogger Nusantara 2013 lalu, ada satu perubahan kecil yang saya rasakan. Saya agak bersahabat dengan foto saya. Rasanya seneng juga melihat foto saya terlihat dimana-mana. Ternyata tidak buruk juga sih. Lumayan terlihat pede. Saya belum membuktikan sendiri, tetapi nampaknya saya mulai nyaman di foto. Belum dibuktikan ya... karena sejak pulang awal desember lalu saya belum pernah difoto lagi. Semoga saja benar dugaan saya. Karena saya mulai senang saja menshare foto saya. Itu sudah 1 langkah besar bagi saya loh. Dan saya harus belajar nyaman berbicara di video, siapa tahu jadi 10 besarnya Srikandi Blogger 2014. Hahahaha.... Ngayal tingkat dewa. Saya kan hanya wanita sederhana, pemalu pula. Tapi setiap blogger wanita kan memiliki kesempatan sama. ;) Jadi jangan ragu dan malu. daftar saja... dan menjadi dirimu yang terbaik.

Sudah daftar Srikandi Blogger 2014? Ayo lihat persyaratannya di sini.

Masih berfikir saya blogger jutek? Ulangi membaca tulisan ini lagi ya...

Bedanya Blog Susindra dan Blogsusindra

Sudah waktunya blogsusindra diisi dengan posting yang serius seperti direncanakan sejak awal. Blog yang sudah ber pagerank 3 itu memang sejak awal disiapkan untuk bahan belajar dan sharingnya Susindra. Masih ingat nama blog susindra ketika diawal pembuatan? yang sudah mengenal blogsusindra sejak 3 tahun lalu pasti tahu Sharing Mama Susi. Nah, karena alasan itulah, cerita seputar Blogger Nusantara 2013 saya pindah di blog Susindra.

Pasti bingung, kok ada blog Susindra dan Blogsusindra. Saya juga bingung. Kok Iso? Blog yang ini memang awalnya untuk ikut kontes bog anaknya Pakde Cholik 2 tahun lalu. Setelah kontes berakhir (dan saya tidak menang), saya lanjutkan jadi blognya anak-anak. Sempat ada giveaway AKU SAYANG SAUDARAKU juga di blog ini. Karena banyak yang mengeluh bingung, lalu saya tinggalkan blog ini sementara. Padahal sudah pagerank 2, loh. Oh iya, sekilat info saja, insyaAllah saya akan membuat giveaway kecil-kecilan di blog ini lagi. Tunggu infonya ya.
Template Susindra - masih belum didandani seperti template blogsusindra
Template Blogsusindra sudah dihias mas Lozz
Ketika memiliki dan membaca buku Blog Mini Berpenghasilan Maksimal karya Pakde Cholik (lagi-lagi sang komandan yang punya pengaruh besar padaku ini disebut), saya memutuskan menghidupkan kembali blog Susindra ini. Rencananya akan saya jadikan Dummy Blog. Tahu Dummy Blog kan? Dummy Blog adalah blog pendukung untuk blog utama. Katanya, secara bisa mendukung secara SEO. Saya tak begitu paham maksudnya. Maklum, saya tak belajar SEO secara khusus. Saya hanya ingin menulis saja. Menulis dari hati, apa adanya. 

Apakah berhenti sampai situ? Ah, saya terkadang bisa sangat grauyang (banyak maunya). Saya berfikir, bagaimana jika blog ini menjadi blog berbahasa Inggris agar bisa mendapat cring-cring juga? Membuat blog Susindra dan BlogSusindra bersaing. Jika sudah begitu, maka saya akan bisa membuat review berbahasa Inggris yang gajinya lumayan itu?

Saya tidak tahu apa jadinya blog ini nanti. Saya hanya ingin menulis saja dulu. Menulis tentang kegiatan keluarga sehari-hari. Jika Blogsusindra berkelimpahan posting, akan dibagi di sini. Sesederhana itu. Bisa juga saya menulis beberapa artikel berbahasa Inggris agar saya bisa berlatih membuat blog berbahasa Inggris nantinya. Saya tidak tahu akan jadi apa seua blog saya, kecuali berusaha merawat mereka sebaik saya mampu.

Cerita Hari Ini

Hari ini badanku terasa sakit sekali. Kaku dan lemes. Mungkin tekanan darahku sudah turun karena kelelahan. Minggu ini, pasca pulang dari Blogger Nusantara, saya harus mengurus 3 lelaki di rumahku yang sedang sakit. Si papa terkena infeksi karena luka di dalam telinga. Lumayan parah sampai bengkak. Si Destin sakit batuk dan tidak sekolah selama 3 hari. Si Binbin sakit diare dan tidak sekolah 3 hari juga. Haduh... bisa dibayangkan betapa repotnya. Karena semua sakit, so... alat membuat bunga flanelnya ditumpuk dulu. Malamnya baru bisa nyicil bikin stok bunga flanel. Dan sisa waktu luangnya di pagi-sore hari saya pakai untuk bloggeran saja. Karena itulah tiba-tiba blog yang sempat kutinggalkan ini aktif kembali.

Proyek Monumental 2014: IMAJI WANITA

Saya memiliki 6 cerpen bertema wanita yang sudah jadi. 2 diantaranya sudah pernah saya posting di blog. Rencananya tahun 2014 akan saya jadikan buku dengan penambahan beberapa cerpen agar bisa menjadi buku setebal sekitar 100 lembar. Saya tidak berani memasukkan ke penerbit mayor karena saya belum pede bersaing dengan para penulis hebat yang karyanya sudah dibukukan penerbit mayor. Padahal, berhasil membuat buku dengan penerbit mayor adalah satu kebanggaan besar dan kita benar-benar bebas biaya. Bahkan lebih banyak cring-cring yang masuk ke rekening. Dan satu yang pasti, benarkah karya saya layak diterbitkan penerbit mayor sementara setiap minggu ada ratusan karya yang dikirim ke sana? Saya tidak berani menjawab itu. Saya masih sangat pemula dan saya tidak tahu bahwa tidak pernah diterbitkan di media apapun adalah salah satu syarat di penerbit mayor. Salah satu karya mentah yang saya posting di blog saya adalah perangkap sepi. Ketidaktahuan dan ketidaksengajaan yang merugikan diri sendiri. Sayang sekali.


WISATA HALAL KE EROPA

Wisata muslim tak selalu harus mengunjungi Negara muslim. Negara China dan Eropa adalah destinasi wisata muslim dunia yang paling diminati. Tour Travel Muslim in di kalangan wisatawan Indonesia karena memperhatikan kehalalan penginapan, makanan, ketepatan waktu beribadah, dan lokasi yang diminati. Tour & travel akan memperhatikan semua kebutuhan wisatawan muslim. Termasuk memberitahu arah kiblat sehingga wisatawan mendapat banyak keuntungan religi selama berwisata. Ada banyak travel yang menawarkan paket wisata muslim. Tetapi tak semua travel yang menyediakan paket Tour Travel Wisata Muslim ini adalah orang muslim. Salah satu penyelenggara paket Tour Travel Wisata Muslim yang kompeten dan sangat memperhatikan kepuasan pelanggan adalah Cheria Travel yang milik Pak Cheriatna dan Bu Farida. Travel yang mengawali travel umroh dan haji plus bersama almarhum ustad Utje ini sudah dikenal reputasinya.



Berpesta Kala Berkabung? Oh Tidaaaakkk....

Blog utama saya, blogsusindra sudah penuh dengan posting harian terjadwal sampai minggu depan. Bisa jadi bertambah minggu depan dan minggu depannya lagi mengingat betapa banyaknya daft dan ide yang saya miliki ketika mengikuti kopdar Blogger Nasional 2013 di Yogyakarta kemarin. Padahal saya memiliki beberapa draft yang up to date yang sudah meledak ingin disalurkan ke tulisan. Juga, Beberapa posting kontes para teman yang ingin saya ikuti.

Sejak sebelum mengikuti BN 2013, saya sudah berniat dalam hati akan rajin menulis di beberapa blog yang saya miliki, Saya akan meluangkan banyak waktu untuk menulis dan blogwalking. Usaha saya membuat kreasi flanel tetap saya pertahankan, hanya intensitasnya yang dikurangi. Saya mengusahakan 1-2 lusin bunga saja perhari agar saya punya waktu banyak untuk menulis. Saya ingin menjadi penulis. Tapi sayang sekali jika usaha menjual flanel yang sudah saya rintis dan besarkan berhenti. Saya tetap tidak mau mengambil pegawai karena yang namanya seni itu, hasilnya pasti berbeda jika dikerjakan oleh tangan yang berbeda.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More