SELAMAT DATANG DI RUMAH SUSINDRA

Destin (9 tahun) dan Binbin (5,5 tahun) tak bisa jauh dari pantai.

Bermain dengan balok kayu di laut? BISA!

Destin (9 tahun) dan Binbin (5,5 tahun) tak bisa jauh dari pantai.

Susi Susindra

Akhirnya kelihatan juga.

Destin Al Aqsha Pertama Susindra

Si sulung di keluarga Susindra

Bintang "BINBIN" Akbar Kedua Susindra

Anak kedua dan terkecil di keluarga Susindra

Pengumuman Pemenang Giveaway Susindra






Alhamdulillah.. alhamdulillah...
Giveaway aku sayang saudaraku telah berakhir dengan segala perasaan indah. Membaca tulisan-tulisan sahabat serasa berkelana menembus memori masa lalu. Kisah-kisah indah, jenaka, sedih, ataupun suram. Seperti mengecap kembali permen Nano-nano dan Sacramento – permen favorit saya di masa kecil. Agar saya dapat selalu mengenang moment indah bersama sahabat, saat itulah tercetus sebuah ide untuk membukukan karya sahabat. Memang tak semua tulisan sahabat masuk ke dalam ebook ini. Namun saya tetap mengucapkan terima kasih yang tak terhingga untuk kesediaan sahabat membagi cerita dan kerinduan bersama saudara. Saya merangkumnya menjadi satu ebook yang jika dicetak akan cukup tebal. 190 halaman. Bukan main proses mengeditnya tetapi saya cukup puas dengan hasilnya.

Daftar Peserta Giveaway Aku Sayang Keluargaku

Alhamdulillah, tadi malam Giveaway Susindra telah ditutup tepat pada pukul 12 malam. Selama 20 hari ini telah terkumpul 56 foto dan 33surat indah bertema aku sayang saudaraku. Tak terhingga rasa bahagia saya mendapat sambutan hangat dari para sahabat blogger semua. Dan dengan sangat menyesal ada satu foto dari dek Iqoh yang tak dapat masuk karena terlambat 38 menit. 

Saya telah mencocokkan data update peserta online (yang sering terlambat update karena 2 hari sekali) dan data di tabel excel saya. Semoga tak ada yang terlewat. Jika ada yang belum disebutkan, tolong beritahu saya, ya...

Serba Ungu di Pernikahan Prima

Saya sangat cuek dalam hal penampilan. Saya nyaman-nyaman saja memakai pakaian seadanya tanpa make up atau sekedar menyisir rambut. Saya bahkan tidak nyaman jika berbedak ria karena takut luntur. Saya juga lebih suka membeli buku daripada membeli baju, sehingga tak pernah menyisakan dana untuk baju baru di hari lebaran. Beda sekali dengan mbak Sri dan mbak-mbak lain yang sangat modis dan memakai baju up to date. Mereka suka sinetron dan selalu memburu model baju terbaru. Kebetulan mbak Sri memang memiliki butik pakaian wanita yang cukup laris di kalangan socialita Jepara. Saya dan saudara juga jarang berfoto bersama karena saya lebih suka menjadi juru fotonya. Apalagi saya agak minder nih dengan dandanan mbak-mbak saya. 

Bulan Juni tahun lalu, keponakan kami, Prima, menikah. Mbak Sri membuat sebuah gamis berwarna ungu. Ketika mencobanya, mbak Sri mendapat ide untuk membuat 4 baju kembar dengan para menantu dan saya. Mbak Sri segera ke pasar dan berpesan pada saya dan para menantu agar fitting baju di penjahit langganannya (saudari ipar mbak Sri). Waa.. saya senang sekali diajak kembaran baju. Apalagi gratisan. hihi...

Akhirnya, hari pernikahan Prima tiba dan kami siap berkembar ria. Pagi jam 7 mbak Sri telpon, "Sus, kita jadi among tamu. Datang sekarang ya untuk dimake up..."
Saya panik, jujur saja. Saya tidak suka dimake up, apalagi tebal. Tetapi melihat seragam kami, mbak Yanti, ibu prima dan mbak saya yang lain, meminta kami menjadi among tamu dadakan. Bahkan menuntut, "Dek.. aku kok ga diajak kembaran, toh?" Akhirnya mbak Yanti membuat baju yang sama setelah selesai pernikahan Prima. Niat banget berbaju kembar bersama kami.

Ini dia penampakan kami di pernikahan Prima.
Saya dan mbak Sri berpose bersama. Selisih usia kami 13 tahun.

Binbin Bindut

Binbin dulu dipanggil Binbindut karena badannya gendul dan gempal. Dadanya lebar. Matanya bulat dan besar. Iiiihh... gemes pengen nyubit!
Sampai sekarang masih gendut, kan? Tetapi Binbin tak lagi dipanggil Binbindut sekarang. Entah kapan terakhir dia dipangil Binbindut.
Kebetulan kami mempunyai beberapa fotonya ketika masih bayi. Jadi senang melihatnya. Tapi fotonya tanpa baju loh ya. Tak apa, kan? Namanya juga masih bayi. Kalo yang saya lihat dari kebanyakan foto bayi jaman dulu kan memang begitu, ya?

Wisata di Penerbad Semarang

Pada tanggal 5 juni tahun kemarin Destin dan teman-teman TK-nya berkarya wisata di penerbad Semarang. Destin senang sekali. Apalagi dia akan bisa melihat pesawat-pesawat di penerbad. Tiap hari selalu tanya kapan... kapan... Aih... bikin mama capek menjawabnya.
Pesawat harus "disterilkan" demi menyambut pengunjung

Baris yang rapi ya, Nak...

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More