SELAMAT DATANG DI RUMAH SUSINDRA

Destin (9 tahun) dan Binbin (5,5 tahun) tak bisa jauh dari pantai.

Bermain dengan balok kayu di laut? BISA!

Destin (9 tahun) dan Binbin (5,5 tahun) tak bisa jauh dari pantai.

Susi Susindra

Akhirnya kelihatan juga.

Destin Al Aqsha Pertama Susindra

Si sulung di keluarga Susindra

Bintang "BINBIN" Akbar Kedua Susindra

Anak kedua dan terkecil di keluarga Susindra

Tukang Rusak Komputer

24 Februari kemarin saya bercerita tentang tugas harian papanya yang harus membetulkan komputer di Tukang Benerin Komputer. Nah, hari ini saya ingin bercerita tentang siapa yang selalu memberi tugas papanya. Ini dia anaknya.

Giveaway: Aku Sayang Saudaraku

Saya ingin membagi beberapa buku dan souvenir buatan tangan saya untuk para sahabat blogger saya melalui sebuah giveaway sederhana. Sebuah giveaway yang bertemakan Aku Sayang Saudaraku
Saya membuat giveaway kecil-kecilan agar saya kembali menjadi blogger yang aktif dan sebagai perkenalan blog baru ini yang saya buat untuk mengikuti kontes yang diadakan pakde Cholik. Daripada terbengkelai, saya ingin memindahkan beberapa menu keluarga di blog Rumah Susindra ke blog ini. Juga, sebagai pemanasan karena saya ingin membuat sebuah giveaway serius bulan Mei nanti yang hadiahnya lebih lumayan dari segi nominal maupun wujudnya. Giveaway Mei nanti sudah saya rencanakan sejak tahun kemarin dan terpaksa dengan sangat menyesal saya tunda. Padahal Juri pilihan sudah saya kapling sejak lama. :D

Giveaway kali ini sederhana saja. Ringan-ringan saja dan tak perlu mengerutkan dahi untuk ikut. Cara pemilihan pemenangnya pun saya buat tak terlalu berat. Syarat dan ketentuannya juga. Tersedia dua kategori yang dapat dipilih salah satu atau keduanya asalkan di postingan yang berbeda.

Foto Bayi Binbin

Hari ini saya menulis dengan segala keriangan di hati. Mengapa? Kemarin tanpa sengaja saya menemukan foto-foto bayi baru lahir Binbin yang telah hilang karena hard disk terkena petir tahun 2010 lalu. Meski hanya 3 foto bayi, namun itu sangat berharga. Selain 3 foto bayi baru lahir, saya juga menemukan beberapa foto Binbin usia 3 - 12 bulan yang akan saya posting besok. Saya harap ada program recovery hard disk yang telah diformat sehingga masih bisa menemukan foto-foto tahun 2008-2009. Amin.
Langsung saja, yuk nikmati foto berharga kami yang tersisa.

Berbagi Mainan Dengan Adik

Teman-teman, Destin suka berbagi mainan dengan adek. Kalian suka tidak? Kata mama, dengan saudara harus selalu akur, tak boleh bikin nangis. Jika mainan hanya satu, aku harus mau main barengan sama adek. Kalau tidak mainan akan ditahan mama. Kalo yang ini mama tega. Pokoknya main bareng, akur, ato tak boleh main. Mama galak ya.

Galeri Foto Selapanan Destin

Destin kini sudah berumur 7 tahun, namun saya ingin sedikit mengenang kembali acara selapanan Destin yang istimewa. Apa istimewanya? 
Destin lahir pada tanggal 19 November atau tanggal 5 Syawal. Proses kelahirannya yang unik pernah saya ceritakan di sini. Juga beberapa fotonya. Ada beberapa foto bagus yang belum pernah saya posting. :D
Perawatan bayi khas Jawa, ya?

Bikin Kue Bareng Mama

Beberapa minggu sekali saya membuat kue atau es krim pondan untuk anak-anak. Salah satu kemewahan kecil untuk membahagiakan mereka. Destin dan Binbin paling suka membantu proses pembuatannya. Ah, sebenarnya bukan membantu juga, sih. Hanya menonton sambil berperan aktif menanyakan kapan bahan ini atau itu masuk. Setelah proses mixing selesai mereka akan dengan tanggap membantu membersihkan adonan. Ini dia cara mereka membantu.


Beberapa mengatakan cara di atas membuat perut mereka sakit karena adonan mentah. Tapi saya perbolehkan saja karena mereka sangat suka dan jarang-jarang pula. Alhamdulillah mereka tahan dan tidak terkena diare.

Kado Untuk Papa

Tanggal 31 Januari kemarin papa ulang tahun. Destin secara khusus menulis sebuah puisi untuk papanya sebagai hadiah ulang tahun. Puisi ini sebenarnya bukan puisi Destin sendiri karena diadaptasi dari buku bahasa Indonesianya yang berjudul kakakku sayang. Kata kakakku sayang diganti Destin dengan kata papaku sayang. Saya mengijinkannya melakukan itu agar dia merasa bangga bisa membuat sebuah karya. Kelak nantinya pelan-pelan bisa saya ajarkan agar tidak melakukan ini kembali. Kebanggaan anak bisa melakukan sesuatu yang menjadi prioritas penting sekarang.

Setiap hari saya membiasakan Destin menulis kembali sebuah dongeng. Hanya 2 paragraf pembuka saja dan sisanya saya teruskan dengan cara bercerita. Alhamdulillah cara ini mempercepat proses belajar baca-tulis Destin. Juga, beberapa bahan pelajaran saya tulis kembali dalam bentuk puisi agar Destin suka membacanya. Ah, anak ini memang sama seperti ibunya ketika SD dulu. Malas sekali belajar, tetapi nilainya cukup memuaskan. Hanya saja, sistem penilaian SD saat ini beda dengan masa saya dulu.

Langsung saja, ya... ini puisi pertama Destin, ditulis tanggal 30 Januari kemarin. Saya lupa mempostingnya dan hanya bersembunyi di draft.

Papaku Sayang


Papaku Sayang
Amat sayang kepadaku
Selalu membantuku
Selalu menemaniku




Bahagia hatiku
Punya papa sepertimu
Aku sayang padamu
Setiap waktu

Helm Anak

Sejak Destin berusia 18 bulan, kami sudah mengenalkan konsep berhelm jika berkendara. Pada masa awal itu memang tidak mudah dan helm lebih sering nyantel di tangan. Namun lama kelamaan helm menjadi wajib bagi Destin. Bukan usaha yang muda sebenarnya. Di awal kami mengatakan, "helm wajib dipakai pengendara motor. Kalau tidak pak polisi bisa menahan motor papa." tetapi akhirnya kami nyaman dengan alasan "Untuk melindungi kepala dari panas dan melindungi mata dari debu.". Dua alasan ini sama manjurnya. Terutama alasan kedua karena Destin dan Binbin merasa terlindung jika dibandingkan bepergian tanpa helm. Mereka akan bersembunyi di boncengan tengah jika karena suatu hal tidak bisa membawa helm.
Helm, kaos tangan dan hem-nya matching, ya ... tapi pose dengan kspresi khas
jika tak sabar menunggu.

Tas Angry Bird Baru

Binbin senang sekali mempunyai tas baru. Apalagi gambarnya Angry Bird. Binbin sedang senang-senangnya bermain game ini dan karena suatu alasan terpaksa kami delete dulu. Biasa ... Binbin kalo sudah kenal game baru akan main terus dan komputer selalu di kudeta.

Kebetulan sekali, kontes pertama blog diary DnB ini dapat hadiah spesial dari kontes Saweran Mak Cebong di kategori foto. Nah... sebagai hadiahnya, Binbin dapat sebuah tas Angry Bird. Langsung saja, hari ini dia pengen pamer ke saudara dan teman di rumah nenek. Biasanya sulit sekali membuatnya bangun jam 6, apalagi ikut mengantar mamas Destin ke sekolah. Hari ini, Binbin rapi dan segar di jam 6.15. Hoho... siap-siap bernarsis ria memakai tas baru, dong.

Senyum lebar di pagi hari

Bangga Bantu Mama


Esok hari, Binbin akan ulbul ke 44. Rupanya menjelang usia 4 tahun, Binbin mulai meninggalkan sifat egosentris khas batita. Beberapa hari ini saya kerepotan mengurus pekerjaan domestik seperti menyapu, mengepel, mencuci dan lain-lain karena punya asisten baru yang "nekat". 

Ya, nekat. karena Binbin belum sadar akan bahaya sekitarnya. Saya menyapu, Binbin ikut pegang sapu. Saya ngepel, dia bantu sambil lari-lari di lantai basah. Saya cuci piring ..... hmm.... tahu jawabannya, kan? Di ranah dapur agak aman karena Binbin tahu pisau bisa melukainya. Jadi AMAN....

Punya tenaga bantu memang menyenangkan, tetapi dibantu anak usia 45 bulan bisa menjadi aktivitas melelahkan. Terutama mulut yang selalu berkata; "Binbin hati-hati.... Binbin pelan-pelan ... Terima kasih .... Anak pintar .... Pekerjaan domestik yang biasa selesai 3 jam jadi lebih lama lagi.

Tetapi saya tidak akan melarang Binbin membantu, karena ada sinar bangga di matanya setiap kali "pekerjaannya berhasil". Di usia yang sama, Destin pun begitu. Semua serba "bantuin mama" dan "bantuin papa". Setelah usia sekolah malah sulit kepegang buntutnya (ungkapan Jawa, ya). Di usia sekaolah Destin jadi sibuk sendiri. Saya yakin, Binbin pun akan demikian karena semua ada masanya. Mumpung bisa mendidik Binbin menjadi peka terhadap sekitar, akan saya pertahankan. Meski saya harus lebih repot. pokoknya "BANGGA BANTU MAMA!"

Melihat Kapal Tongkang Kandas

Beberapa hari yang lalu kami pergi ke Pantai favorit kami. 2 km dari pantai itu ada sebuah "bangunan bertingkat baru" berwarna merah yang seperti kisah Aladin, muncul dalam satu malam. Di sekitar lokasi pun tampak ramai. Kami menjadi penasaran, ada kejadian ajaib apa, nih?

Ternyata sebuah kapal tongkang pengangkut batubara kandas di pinggir pantai. Kapal super berat dan bermuatan penuh ini benar-benar kandas di tepi pantai. Luar biasa sekali kekuatan arus dan ombak yang dipadu dengan badai besar pada tanggal 25 Januari kemarin.

Banyak orang yang berfoto-foto, mengabadikan moment ini. Sebenarnya bukan moment pertama karena ada beberapa kali kapal tongkang kandas di Jepara. Di kota Jepara memang ada PLTU, jadi kapal tongkang menjadi pemandangan yang cuku sering terlihat. Beberapa kali ada yang kandas juga. Baru kali ini yang luar bisa. Tak percaya, silahkan lihat foto-foto duo DnB di bawah ini.
Bangunan "ajaib" yang tercipta dalam 1  malam

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More